Showing posts with label misi luar angkasa. Show all posts
Showing posts with label misi luar angkasa. Show all posts

Sunday, November 7, 2010

NASA cari relawan untuk dikirim ke mars

mencari relawan untuk tinggal di Planet Mars. Namun, tak ada jaminan perjalanan pulang bagi yang tawaran ini.

NASA melakukan hal ini dalam rangka mencari kemungkinan hidup berkoloni di Mars, yang masih dikategorikan dunia lain. Calon penghuni akan mendapatkan pasokan dari bumi. Namun mereka takkan dipulangkan, mengingat biayanya yang mahal.

NASA menyatakan telah menerima dana lebih dari US$1 juta untuk memulai proyek ini di Ames Research Centre, California. Direkturnya, Pete Worden, mengklaim manusia bisa hidup di Mars pada 2030, meski kondisi planet itu tak memungkinkan.

"Program luar angkasa manusia saat ini fokus pada menetap di dunia lain. Dua puluh tahun lalu, ide ini bisa disampaikan dengan bisik-bisik atau Anda bisa dipecat," katanya.

Worden juga menyampaikan telah berdiskusi dengan salah satu pendiri Google, Larry Page mengenai ide perjalan satu arah ke Mars. Menurut para ilmuwan, membawa mereka pulang kembali bisa menelan biaya yang sangat tinggi.

Perjalanan mengirimkan 20 astronot ke planet merah tanpa perlu kembali, setara dengan biaya empat astronot dari bumi-Mars-bumi. Dengan bahan bakar nuklir, perjalanan itu akan memakan waktu empat bulan.

Di antara seluruh planet pada tata surya, Mars adalah yang paling memiliki kedekatan pada bumi. Sehingga para ahli bertaruh megenai rencana menghuni planet tersebut. Namun, suhu permukaannya terlalu rendah dan atmosfer dipenuhi karbon dioksida sehingga membutuhkan pasokan oksigen.

credit : inilah.com

Friday, November 5, 2010

Robot Astronot Dikirim ke Luar Angkasa

Setelah persiapan panjang selama 15 tahun, robot humanoid menyerupai astronot yang didesain untuk melakukan misi di luar angkasa telah siap diluncurkan. Robot yang disebut Robonaut 2 ini akan digunakan untuk membantu misi para astronot yang terlibat dalam penerbangan pesawat ulang-alik Discovery yang akan diluncurkan minggu depan. 

Robot humanoid pertama untuk misi ruang angkasa ini hanya terdiri dari bagian atas manusia. Robot tersebut dibuat oleh NASA dan General Motor untuk membantu kerja astronot dalam mengerjakan dan memperbaiki Stasiun Luar angkasa Internatinal atau ISS (International Space Station). Robot itu terutama akan diminta melaksanakan tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam kondisi yang terlalu beresiko dilakukan manusia. 

Nantinya, sesaat setelah mendarat di stasiun ruang angkasa, robot ini akan mengikuti serangkaian tes untuk menguji kemampuannya bekerja di lingkungan tanpa gravitasi. Pengembang robot ini sendiri selama tahun depan akan akan mengembangkan fungsi robot sehingga mampu melakukan tugas-tugas yang bervariasi, seperti mengangkat barang-barang tertentu dan membantu pekerjaan rumah tangga. 

Untuk melaksanakan misinya ke luar angkasa, robot yang dibuat dengan dana 2,5 juta dollar AS ini akan dikemas dalam kemasan kotak berisi semacam gabus di bagian dalamnya. Nantinya, akan butuh beberapa jam untuk mengeluarkan robot dari kotaknya dan beberapa menit untuk mengaktifkannya. Setelah dites, pengembang robot akan memulai memberikan tugas-tugas yang mudah dahulu. 

Berbicara tentang pembuatan robot ini, Kepala Divisi Automasi, Robotik dan simulasi NASA di Johnson Space Center, Houston, mengungkapkan, "Sejak awal, ide penciptaannya adalah membuat robot yang mampu melakukan tugas-tugas manusia dengan cekatan. Pada saat yang sama, robot itu harus bisa dipercaya dan melakukan tugas dengan tepat."

Robonaut 2 memiliki keistimewaan dibandingkan dengan robot lainnya. Ia memiliki jari tangan layaknya manusia serta telapak tangan yang lembut sehingga mampu memegang dan menggenggam objek tertentu. Selain itu, robot ini juga dilengkapi dengan sensor untuk tujuan keamanan. Jika robot memegang objek yang tak dikehendaki, misalnya kepala si astronot, robot ini diprogram untuk menghentikan gerakannya. Sementara, bila ada sesuatu yang menghantam robot dengan tenaga cukup kuat, robot akan secara otomatis "shut down". 

Untuk saat ini, Robonaut 2 mungkin hanya memiliki bagian atas tubuh manusia saja sehingga ia tak bisa bergerak. Di masa mendatang, bagian bawah robot akan dikembangkan sehingga membuatnya mampu bergerak di dalam maupun di luar stasiun luar angkasa. 

Jika anda ingin mengetahui tentang robot ini, anda mungkin bisa mengikuti twitter si robot dengan ID @AstroRobonaut. Robot ini telah menjadi anggota Twitter sejak Juli lalu.

 
Free Host | lasik eye surgery | accountant website design